Home

photo

“Mens sana in corpore sano” bilang kalau dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat pula. Nampaknya, ini yang menginspirasi sekelompok orang penyuka sepeda onthel untuk gowes*) keliling kota tiap Minggu pagi. Tanggal 10 Februari 2013 lalu, mereka singgah di sini.

Kriiiiing … Kriiiiiiiing …. Tooott …. Tooooott …. Toooong …. Tooooong

Tiba-tiba dari arah atas terdengar suara nyaring yang berisik. Bukan cuman satu, tapi banyak dengan tone berlainan dan saling menindih satu sama lain. Semua kepala yang ada di sini, dengan segera menoleh pada sumber suara-suara itu.

Serombongan penunggang sepeda onthel dan tunggangannya berbondong-bondong menuruni anak tangga. lalu menuju ke bibir Sungai Kahayan. Memang jumlahnya tak sampai seratusan, tapi mereka berhasil menyedot perhatian semua mata pengunjung kolong Jembatan. Mereka unik dengan kostum dan onthel-nya.

Dengan dikomando, para pengayuh onthel memarkir tungganggannya di sisi sungai, lalu mereka beramai-ramai berpose di anak tangga. Sesorang dengan kamera telah siap mengabadikan momentum itu, dengan sudut pengambilan gambar yang bervariasi.

“Sebentar teman-teman. Kita harus bicara sama mereka, biar mereka dukung acara kita,”

Tiba-tiba di tengah rapat, Yang temannya Si Ia menyela pembicaraan sambil menunjuk ke rombongan yang tengah asik mematut diri pada kamera. Yang temannya bilang bahwa komunitas itu patut diajak untuk turut serta dalam gerakan sukarela menjaga kebersihan kolong Jembatan Kahayan, agar mereka nyaman menggunakan area publik itu.

Sejurus kemudian, Yang Temannya Si Ia sudah menghampiri rombongan itu. Salah seorang penunggang sepeda onthel dicoleknya.

Yang mana pengurusnya?

Itu, yang sedang pegang kamera. Ada apa?

Mau bicara sebentar, nih.

Sepertinya dia sedang sibuk. Bicara saja sama saya dulu.

Sambil memperkenalkan diri, lelaki berbaju putih – berlengan merah itu menyalami Yang temannya Si Ia, dan mereka mulai berbincang bincang.

Menurutnya, kegiatan komunitas sepeda ini rutin diselenggarakan setiap Minggu pagi dengan gowes keliling kota. Rute yang ditempuh senantiasa berubah-ubah dari minggu ke minggu demi menghindari kebosanan. Kali ini kolong Jembatan Kahayan jadi lokasi peristirahatan mereka.

Anggota komunitas itu puluhan jumlahnya, meski yang gowes hari itu tak lebih dari setengahnya. Sepedanya terdiri dari beragam merk dan aneka tahun pembuatan dari masa lampau. kadangkala, selain gowes santai, mereka juga turut dalam berbagai kegiatan sosial, baik itu yang dibikin sendiri maupun oleh kelompok lainnya.

Yang temannya Si Ia memperhatikan penjelasan itu dengan menggut-manggut.

Di saat yang sama, beberapa perempuan muda yang anggota rombongan itu tiba-tiba bersorak memanggil-manggil Si Perempuan Berjilbab. Yang dipanggil cuman membalas dengan senyum dan lambaian tangan.

“Mereka sekampus denganku,”

Demikian ujarnya pada Si Ia yang dengan tepat menjawab tanya ‘siapa mereka’ di benaknya.

Nampaknya, sepeda onthel menjadi sexy bagi kalangan muda, baik lelaki maupun perempuan. Penggemarnya bukan hanya dari generasi opa-oma dan bapak-ibu semata. Kelompok usia unyu-unyu*)) juga menggemarinya buat menikmati akhir minggu. Beberapa di antaranya malahan tiap hari mengayuh onthel untuk mobilitas menuju tempat kerjanya. Nah, yang gemar “Onthel to Work” memasang sticker kuning di sepedanya.

Kriiiiing … Kriiiiiiiing …. Tooott …. Tooooott …. Toooong …. Tooooong

Yang temannya Si Ia, Si Ia dan Si perempuan Berjilbab kembali dikejutkan bebunyian itu. Rombongan mulai bergerak meninggalkan sisi Sungai Kahayan sambil berbaris tiga-tiga. Pelan-pelan mereka menapaki anak tangga, dan lalu menghilang di kejauhan.

Sialnya, Yang temannya Si Ia belum sempat menjumpai pimpinan rombongan. Yang temannya SI Ia cuman bicara tentang memulung dengan lelaki berbaju putih – berlengan merah, anggota biasa di kelompok itu. Semoga, lelaki itu bilang kepada pimpinannya.

Tapi untungnya, Yang temannya Si Ia, Si Ia dan Si Perempuan Berjilbab baru saja bersepakat untuk membikin aktivitas memulung mereka sebagai jalan menuju kemaslahatan umat.

*) Gowes = Mengayuh sepeda

*)) Unyu-unyu = Kelompok usia muda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s