Home

Banjir Mendawai Ujung

Musim hujan awal tahun 2013 yang melanda Kota Palangka Raya telah mengakibatkan bencana bagi kelompok masyarakat. Mereka adalah kelompok rentan yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Kahayan. Salah satunya adalah yang tinggal di ujung Jalan Mendawai VII.

Sejak Rabu (20/2/2013) malam, hujan kerap kali mengguyur kota yang mengakibatkan luapan Sungai Kahayan. Tim peduli kemanusiaan dari Justice, Peace and Integrated Creations (JPIC) Kalimantan telah melakukan serangkaian investigasi pada Jumat (22/2/2013) dan Sabtu (23/2/2013). Ternyata, ketinggian air yang merendam jalan dan rumah warga setempat bertambah dalam dua hari itu.

Menurut sejumlah keterangan warga, banjir kerapkali melanda kawasan hunian mereka setidaknya empat hingga lima kali dalam setahun. Datangnya banjir di malam hari, saat seluruh warga terlelap dan tak berjaga.

Luapan air tersebut berasal dari Sungai Kahayan dan anak sungainya, tiga buah Sungai Pangaringan.

Salah satu lajur Sungai Pangaringan membelah Kampung Mendawai, dengan lebar kira-kira enam meter. Di kawasana muara Suangi Pangaringan terdapat perkampungan padat penduduk yang berbentuk deretan rumah panggung. Kawasan ini berdiri di areal rawa yang merupakan daerah pertemuan antara Suangai Pangaringan dan Sungai Kahayan.

Kampung Mendawai tersebut adalah kawasan rawan banjir. Saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur hulu Sungai Kahayan dan hulu Sungai Pangaringan, maka Kampung Mendawai pasti banjir. Hal tersebut diperburuk dengan tersumbatnya aliran Sungai Pangaringan ke arah Sungai Kahayan akibat menumpuknya sampah plastic dan sampah organic. Sampah tersebut dibuang secara sembarangan dari kawasan Pasar Kahayan dan pemukiman warga di daerah hulu Sungai Pangaringan.

Salah satu lokasi banjir adalah Kampung Mendawai Ujung. Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya. Di kawasan ini terdapat 375 KK yang terdiri dari 4 RT dan 1 RW dengan total populasi mencapai 1583 jiwa.

Banjir merendam rumah mereka setinggi satu meter. Air yang menggenang tersebut telah mengakibatkan sejumlah penduduk terserag sejumlah penyakit, diantaranya adalah penyakit kulit dan demam. Para korban juga mengalami kekurangan pasokan air bersih, ketiadaan sarana MCK, dan sulitnya mendapatkan sembako.

Memang, untuk membantu korban banjir, Dinas Sosial Kalimantan Tengah telah menyediakan tiga perahu karet untuk sarana transportasi warga, mendirikan tenda pengungsian, dan dapur umum.

Kepala Dinas Sosial Kalteng Hardy Rampay, sebagaimana diberitakan oleh Metro TV di lokasi banjir, Rabu(20/2), mengatakan setelah mendapatkan laporan mengenai kondisi banjir ia  langsung menurunkan tim dari Taruna Siaga Bencana dengan peralatan lengkap seperti perahu karet, tenda pengungsi, dan dapur umum.

“Hari ini (saat itu) dengan menggunakan perahu karet kami sudah meninjau dan memberitahu warga, terutama yang rumahnya terkena banjir serta jauh dari jalan besar agar mengungsi ke tempat yang telah disediakan, karena kami telah menyiapkan semuanya, temasuk dapur umum,” katanya.

Namun saat dikonfirmasi kepada warga Mendawai Ujung pada Minggu (24/02/2013), mereka bilang bahwa belum penah ada dukungan logistik yang memadai dari pihak pemerintah.

“Kami dipungut dua ribu rupiah per KK,”

Salah satu warga RT 04 mengatakan demikian. Lebih lanjut ia berujar bahwa hal Itu adalah perintah Pak RT. Memang, ada beras, tapi harus ambil di kantor kelurahan. Dua ribu per KK untuk penggantian biaya bensin.

Dengan berbekal hasil investigasi tersebut, tim JPIC Kalimantan menggalang kelompok-kelompok peduli kemanusiaan lainnya untuk menggerakkan aksi pada hari Senin (25/02/2013) kemaren.

2 thoughts on “Banjir Telah Tiba

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s